Pada zaman dahulu, ada seorang cewek bernama Selly yang
bekerja sebagai shorter di MP.PANIMBANG yang cukup menarik bagi para karyawan
disana, Wasi dan Yoyolah orangnya.
Mereka saling adu kebolehan untuk mendapatkan si Selly. Mulai
dari menyewa dukun pellet sampai dukun beranak.
Pak Toyo sebagai kepala suku di Panimbang sebagai pemilik
kawasanpun tak mau kalah, dengan
menggunakan jurus tikungan tajam, dia menyerobot dari semping kiri dan membawa
si Selly mkencan ke semak belukar dekat apartemen mereka.
Karena merasa bangga, pak Toyopun tertawa terbahak bahak
diatas penderitaan Wsi dan Yoyo. Dendampun terlintas di hati Wasi dan Yoyo. “awas
kau pak Toyo, kami akan bersatu untuk menjatuhkanmu” ucap mereka dalam hati.
Karena merasa kalah set, Wasi pun memanfaatkan Yoyo untuk
mendapatkan si Selly.
Seribu cara yang digunakan oleh mereka tak membuahkan hasil,
pak Toyo masih bertengger didepan meraka.
Kejayaan pak toyo tak bertahan lama, karena ada seorang
pangeran kadal dari sampan yang datang sebagai pesaing baru, Jurry namanya. Dengan
jurus seribu dompet dia menjatuhkan pak Toyo dengan begitu tragisnya,
mengguling guling di tanah basah. Dia jatuh karena disenggol oleh Jurry saat
melaju kencang didepan wasi dan Yoyo.
Saat waktu berjalan begitu lama, akhirnya mereka semua kecewa, karena pada
akhirnya si Selly kecantol dengan Muslikh sebagai boss utama di Panimbang.
Itulah cerita tragis yang dialami para pecinta selly di panimbang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar