Ini adalah cerita tentang pak toyo yang sedang protes kepada
malaikat saat di neraka.
Dia protes karena dia merasa tuhan tidak adil, yang dimana
kenapa dia dimasukkan ke neraka, padahal di dunia dia adalah seorang penceramah
dan selalu berbuat baik. Sedangkan juri adalah seorang supir angkot yang dimana
selalu membahayakan keselamatan penumpang penumpangnya.
Pak toyo :
wahai malaikat, kenapa saya dimasukkan dineraka ini?? Padahal setiap hari saya
selalu berbuat baik kepada orang orang, dan tiap hari saya berceramah dar
masjid ke masjid. Saya selalu memberikan ilmu kepada orangorang
disekitarku.tapi si juri kok dimasukkan
ke syurga?? Padahal dia selalu kebut kebutan dijalan, membahayakan
penumpangnya.
Malaikat :
wahai pak toyo. Perlu andaketahui, bahwasannya ini adalah keputusan yang sangat
adil. Masihkah pak toyo meragukan keadilan ini???
Pak toyo :
bagaimana ini bias dibilang adil?? Daya sebagai penceramah di neraka, sedangkan
juri si supir angkot di syurga. Keadilan macam apa ini???
Malaikat :
pak toyo, bapak belum tahu keutamaan supir angkot satu ini ya???
Pak toyo :
apa keutamaanya?? Dan apa salah saya???
Malaikat :
pak toyo belum tahu, saat dia membawa penumpang penumpangnya, dia selalu
ngebut, sehingga membuat para penumpangnya ketakutan dan langsung taubat dan
ingat kepada tuhannya.
Pak toyo :
lantas apa kesalahan saya.
Malaikat :
sedangkan pak toyo setiap hari ceramah dimasjid. Pak toyo hanya membuat jamaah
pak toyo mengantuk. dan itu membuat para jamaah pak toyo melupakan tuhannya.
Dan pada saat itu terlihat juri melambaikan tangan Dari
syurga ke pak toyo. Sambil berteriak dia berkata “YANG SABAR PAK TOYO”