Pak Toyo, sebut sajalah seperti itu. pawang ular kelahiran banyu wangi itu sering kali membuat onar di panimbang. mulai dari masalah cerita kemarin, sampai dengan issue issue lain.
semula ia diposisikan di Gresik, dimana pusat perusahaan tempat ia kerja. tapi dia dipindah tugaskan sebagai produksi di Serang.
bertahun tahun ia lalui sebagai seorang penanggung jawab produksi, akhirnya ia dipindah tugaskan lagi sebagai penannggungjawab produksi lapangan.
di Lontar dan Sampang, itu adalah tempat tugasnya yang pertama. mulai dari sambutan hangat sampai sambutan panaspun diterimanya.
di Lontar, ia jatuh hati kepada bidadari onjong, Mastiah namanya, dia adalah sinderellanya mp Lontar.
dengan jurus pawangnya ia menundukkan sang sinderella. seribu ancamanpun ia terima karena mencoba utuk merebut sang sinderella dari tangan Satibi. tapi itu dianggapnya bagai kerikil kecil ditengah jalan.
Satibipun menyerah dan mengangkat bendera putih dan melambaikan tangan ke kamera.
itu adalah akhir ceritanya di Lontar, karena ia dipercaya untuk mengemban tugas sebagai penguasa Panimbang. dan sekarang ia menjadi raja pawang ular dipanimbang, karena pawang pawang disana kalah ilmu dengan paktoyo.
tapi tiba tiba pak Toyo menghilang secara tiba tiba. entah ditelan bumi atau disapu angin.
hingga saat ini, menghilangnya Pak Toyo masih menjadi misteri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar